Daftar Tokoh Nasional Indonesia yang Lahir di Bulan September

Bulan September adalah salah satu bulan yang istimewa bagi Indonesia. Selain menjadi bulan kemerdekaan Indonesia, bulan ini juga menjadi momen ulang tahun bagi banyak tokoh nasional yang berperan penting dalam sejarah dan perkembangan negara ini. Dalam artikel ini, kita akan mengulas beberapa tokoh nasional Indonesia yang lahir di bulan September.

H.B. Jassin: Ahli Sastra yang Berpengaruh

H.B. Jassin adalah seorang ahli sastra Indonesia yang lahir di Gorontalo pada tanggal 31 Juli 1917. Ia dikenal sebagai seorang kritikus sastra yang berpengaruh dan berjasa besar dalam mengembangkan kesusastraan Indonesia.

Jassin mulai menulis sejak masih duduk di bangku sekolah menengah. Ia kemudian bekerja sebagai redaktur di Balai Pustaka pada tahun 1940-1942. Setelah kemerdekaan, ia menjadi dosen di Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Jassin dikenal sebagai seorang kritikus sastra yang tajam dan objektif. Ia tidak segan-segan untuk mengkritik karya sastra yang menurutnya kurang berkualitas. Namun, ia juga sangat mengapresiasi karya sastra yang menurutnya memiliki nilai dan mutu tinggi.

Jassin telah menulis banyak karya kritik sastra, di antaranya adalah:

  • Pemandangan dalam Sastra Indonesia Modern (1951)
  • Angkatan ’45 (1953)
  • Angkatan ’66 (1969)
  • Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esai (1972)
  • Kesusastraan Indonesia Modern II (1982)

Jassin juga telah menerjemahkan beberapa karya sastra asing, di antaranya adalah:

  • Don Quixote karya Miguel de Cervantes
  • Ulysses karya James Joyce
  • The Great Gatsby karya F. Scott Fitzgerald
  • The Catcher in the Rye karya J.D. Salinger

Jassin meninggal dunia pada tanggal 11 Maret 2000 di Jakarta. Ia meninggalkan warisan yang sangat berharga bagi perkembangan kesusastraan Indonesia.

Berikut adalah beberapa pengaruh H.B. Jassin terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia:

  • Mengembangkan ilmu sastra Indonesia
  • Menyebarkan karya sastra Indonesia
  • Mengembangkan apresiasi sastra Indonesia

Jassin telah berjasa besar dalam mengembangkan ilmu sastra Indonesia. Ia telah menulis banyak karya kritik sastra yang menjadi rujukan bagi para ahli sastra Indonesia. Jassin juga telah banyak menyebarkan karya sastra Indonesia melalui tulisan-tulisannya di berbagai media massa. Selain itu, Jassin juga telah berperan penting dalam mengembangkan apresiasi sastra Indonesia. Ia telah banyak mengkritik dan mengapresiasi karya sastra Indonesia, baik yang berkualitas maupun yang kurang berkualitas.

B.J. Habibie: Presiden Ketiga Indonesia

B.J. Habibie adalah Presiden Republik Indonesia ketiga yang menjabat dari tahun 1998 hingga 1999. Ia lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936.

Habibie dikenal sebagai seorang jenius di bidang teknologi penerbangan. Ia meraih gelar Diploma dari Technische Hochschule, Jerman, pada tahun 1960 dan gelar Doktor dari tempat yang sama pada tahun 1965.

Baca Juga  Mangosuthu Buthelezi, Tokoh Politik dan Budaya Afrika Selatan yang Berpengaruh

Habibie pernah bekerja sebagai peneliti di Pusat Teknologi Penerbangan Jerman (Deutsches Zentrum für Luft- und Raumfahrt) dari tahun 1965 hingga 1973. Ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi Indonesia dari tahun 1978 hingga 1998.

Pada tahun 1998, Habibie menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden. Masa jabatan Habibie sebagai presiden hanya berlangsung selama 1 tahun 5 bulan.

Selama masa jabatannya, Habibie melakukan sejumlah reformasi politik dan ekonomi. Ia juga berhasil menuntaskan pengembalian Irian Jaya ke pangkuan NKRI.

Habibie meninggal dunia pada tanggal 11 September 2019 di Jakarta. Ia meninggalkan warisan yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia, khususnya di bidang teknologi penerbangan.

Berikut adalah beberapa pencapaian B.J. Habibie:

  • Mengembangkan teknologi penerbangan Indonesia
  • Menuntaskan pengembalian Irian Jaya ke pangkuan NKRI
  • Melakukan reformasi politik dan ekonomi

Habibie dikenal sebagai seorang presiden yang visioner dan berprestasi. Ia telah berjasa besar dalam memajukan bangsa Indonesia.

Raden Saleh: Pelukis Terkenal Dunia

Raden Saleh Syarif Boestaman (1811-1880) adalah seorang pelukis Hindia Belanda beretnis Arab-Jawa yang menjadi pionir seni modern Indonesia. Ia dikenal sebagai seorang pelukis yang berbakat dan produktif, dengan karya-karyanya yang telah dipamerkan di berbagai museum dan galeri seni di seluruh dunia.

Raden Saleh lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada tahun 1811. Ia berasal dari keluarga bangsawan Jawa dan mendapatkan pendidikan seni dari pelukis Belgia, A.A.J. Payen. Pada tahun 1829, ia berangkat ke Belanda untuk melanjutkan pendidikan seninya di Akademi Seni Rupa di Amsterdam.

Selama di Belanda, Raden Saleh belajar berbagai teknik melukis, termasuk lukisan potret, pemandangan alam, dan lukisan sejarah. Ia juga mulai mengembangkan gaya lukisannya sendiri yang menggabungkan unsur-unsur romantisme Eropa dengan budaya Jawa.

Pada tahun 1840, Raden Saleh kembali ke Hindia Belanda dan langsung menjadi pelukis ternama. Ia sering melukis pemandangan alam Indonesia, seperti hutan, gunung, dan pantai. Ia juga melukis lukisan sejarah yang menggambarkan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Indonesia, seperti Perang Diponegoro.

Karya-karya Raden Saleh telah dipamerkan di berbagai museum dan galeri seni di seluruh dunia, termasuk Museum Nasional Indonesia, Rijksmuseum di Belanda, dan Museum Seni Metropolitan di Amerika Serikat. Ia juga pernah dianugerahi penghargaan Order of the Dutch Lion oleh pemerintah Belanda.

Berikut adalah beberapa karya Raden Saleh yang terkenal:

  • Penangkapan Pangeran Diponegoro (1857)
  • Pemandangan Gunung Bromo (1852)
  • Pemandangan Gunung Merapi (1851)
  • Pemandangan Sungai Cirebon (1847)
  • Pertempuran Arjuna melawan Karna (1859)
  • Pertempuran antara Pasukan Pangeran Diponegoro dan Pasukan Belanda di Tegalrejo (1857)
Baca Juga  Lebaran Bebas Cemas, Antisipasi Tanggap Bencana Menuju Lebaran 2024

Raden Saleh meninggal dunia di Bogor, Jawa Barat, pada tahun 1880. Ia meninggalkan warisan yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia, yaitu karya-karya seninya yang telah menginspirasi banyak orang.

Berikut adalah beberapa pengaruh Raden Saleh terhadap perkembangan seni lukis Indonesia:

  • Menjadi pelopor seni modern Indonesia
  • Mengembangkan gaya lukisan yang menggabungkan unsur-unsur romantisme Eropa dengan budaya Jawa
  • Menjadi inspirasi bagi para pelukis Indonesia selanjutnya

Raden Saleh adalah sosok yang sangat penting dalam sejarah seni lukis Indonesia. Ia adalah seorang pelukis yang berbakat dan produktif, dengan karya-karyanya yang telah memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan seni lukis Indonesia.

Cak Nun: Budayawan dan Pemikir

Cak Nun, atau Emha Ainun Nadjib, adalah seorang budayawan dan pemikir Indonesia yang lahir di Jombang, Jawa Timur, pada tanggal 27 Mei 1953. Ia dikenal sebagai sosok yang kritis dan visioner, dengan karya-karyanya yang telah menginspirasi banyak orang.

Cak Nun memulai karirnya sebagai seniman teater pada tahun 1975. Ia kemudian aktif di dunia musik dan puisi, dan dikenal sebagai seorang penulis lagu dan penyair yang produktif.

Cak Nun juga dikenal sebagai seorang orator yang ulung. Ia sering mengadakan pengajian dan diskusi-diskusi publik, di mana ia menyampaikan pemikiran-pemikirannya tentang berbagai hal, mulai dari politik, sosial, budaya, hingga agama.

Cak Nun telah menulis banyak karya, baik berupa buku, lagu, puisi, maupun naskah drama. Beberapa karyanya yang terkenal antara lain:

  • Sajak-sajak Cak Nun (1977)
  • Manusia Merdeka (1991)
  • Kiamat Sudah Dekat (1992)
  • Sang Pencerah (1997)
  • Sujud pada Baitullah (2011)

Cak Nun juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ia pernah mendirikan Yayasan Maiyah, yang bertujuan untuk menghimpun dan mengembangkan potensi masyarakat.

Cak Nun adalah sosok yang sangat penting dalam perkembangan budaya dan pemikiran di Indonesia. Ia adalah seorang intelektual yang kritis dan visioner, dengan karya-karyanya yang telah menginspirasi banyak orang.

Berikut adalah beberapa pengaruh Cak Nun terhadap perkembangan budaya dan pemikiran di Indonesia:

  • Menjadi pelopor gerakan kebudayaan alternatif
  • Menyebarkan pemikiran-pemikirannya tentang pluralisme dan toleransi
  • Menjadi inspirasi bagi para intelektual dan pemikir muda

Cak Nun adalah sosok yang sangat inspiratif. Ia telah menunjukkan bahwa budaya dan pemikiran dapat digunakan untuk memajukan bangsa dan negara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *