OJK Terbitkan Aturan Baru Pedoman Manajer Investasi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja menerbitkan aturan terbaru mengenai pengawasan pasar modal melalui POJK No.17/2022 tentang Pedoman Perilaku Manajer Investasi. Sejumlah pasal yang diubah dinilai dapat memperkuat perlindungan terhadap investor reksa dana.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto menyebutkan pada pasal 34 terkait pembatasan besaran transaksi Manajer Investasi pengelola reksa dana di pasar negosiasi.

Bacaan Lainnya

Di dalamnya menerangkan Manajer Investasi hanya bisa melakukan transaksi negosiasi untuk kepentingan reksa dana atas saham yang diperdagangkan di bursa Efek paling banyak 10 persen dari total NAB.

“Sebenarnya sudah berlaku sejak 2020 atau 2021. Cuma waktu itu baru surat OJK ke MI, bukan Peraturan OJK, sehingga landasan hukumnya kurang kuat. Dengan POJK malah bagus karena landasan hukumnya jadi jelas,” terangnya kepada Bisnis, Rabu 21 September 2022.

Lebih lanjut, menurutnya, transaksi negosiasi itu karena boleh tidak mengacu pada harga pasar, ada risiko penyalahgunaan yang merugikan investor reksa dana. Seperti penjualan di bawah harga pasar.

“Dengan demikian, pembatasan itu sifatnya lebih melindungi investor reksa dana. Lagi pula masih ada tambahan-tambahan syarat lainnya,” terangnya.

Melengkapi peraturan OJK di industri Pasar Modal, OJK juga menerbitkan POJK No.17/POJK.04/2022 sebagai penyempurnaan dari POJK No.43/POJK.04/2015 tentang Pedoman Perilaku Manajer Investasi.

POJK ini merupakan pedoman bagi Manajer Investasi agar tidak terjadi misconduct berkaitan dengan independensi Manajer Investasi, alasan rasional Manajer Investasi dalam melakukan keputusan investasi, perilaku Manajer Investasi dalam melakukan transaksi Efek untuk kepentingan nasabah, pemasaran produk Investasi, keterbukaan informasi Produk Investasi, dan terkait penerimaan hadiah dan atau manfaat dan sebagainya.

Baca Juga  Rekor Tertinggi Bitcoin, Melampaui US$70.000, Investasi Mata Uang Kripto Terus Bergeliat

POJK ini mengakomodir kebutuhan pengaturan terkait manajemen risiko likuiditas dalam pengelolaan investasi yang menjadi rekomendasi dalam IOSCO Recommendations for Liquidity Risk Management for Collective Investment Schemes (FR01/2018).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *