Polemik Utang Mandalika, Benarkah Sirkuit Ditinggalkan?

Polemik utang Mandalika yang mencapai Rp4,6 triliun masih menjadi perbincangan hangat. Di tengah ramainya tanggapan dari berbagai pihak, Direktur Utama InJourney, Dony Oskaria, memberikan penjelasan terkait polemik tersebut.

Dalam wawancaranya, Dony mengatakan bahwa utang Rp4,6 triliun tersebut tidak terkait dengan sirkuit Mandalika, melainkan korporasi. ITDC selaku pemilik dan pengelola sirkuit Mandalika hanya memiliki utang sebesar Rp1 triliun.

Dony juga membantah jika Mandalika ditinggalkan atau sepi usai pergelaran internasional khususnya MotoGP. Menurutnya, traffic Mandalika saat ini meningkat signifikan, bahkan lebih tinggi dari sebelum pandemi COVID-19.

“Traffic Mandalika saat ini sudah mencapai 80% dari target,” kata Dony. “Bahkan, beberapa perhelatan baik lokal maupun internasional siap digelar di kawasan itu.”

Dony menjelaskan bahwa Mandalika merupakan proyek jangka panjang yang membutuhkan investasi besar. Ia pun meminta agar publik bersabar menunggu hasil dari pembangunan tersebut.

“Mandalika adalah sebuah proyek besar yang membutuhkan waktu dan kerja keras untuk mewujudkannya,” kata Dony. “Kami berharap publik dapat terus mendukung Mandalika dan pariwisata Indonesia.”

Penjelasan Dony Oskaria

Penjelasan Dony Oskaria dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu:

Dari sisi keuangan: Dony Oskaria mengatakan bahwa utang Rp4,6 triliun tersebut tidak terkait dengan sirkuit Mandalika, melainkan korporasi. ITDC selaku pemilik dan pengelola sirkuit Mandalika hanya memiliki utang sebesar Rp1 triliun.

Penjelasan ini dapat dibenarkan, karena utang Rp4,6 triliun tersebut merupakan utang InJourney, yang merupakan induk perusahaan dari ITDC. Utang tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan Mandalika, termasuk sirkuit, infrastruktur pendukung, dan kawasan pariwisata.

Dari sisi operasional: Dony Oskaria mengatakan bahwa traffic Mandalika saat ini meningkat signifikan, bahkan lebih tinggi dari sebelum pandemi COVID-19.

Baca Juga  Tanggal Merah di Bulan September 2023 Terkini

Penjelasan ini juga dapat dibenarkan, karena berdasarkan data dari InJourney, jumlah kunjungan wisatawan ke Mandalika pada tahun 2023 mencapai 2,3 juta orang. Jumlah ini lebih tinggi dari 1,6 juta orang pada tahun 2019, sebelum pandemi COVID-19.

Pandangan Lain

Meskipun Dony Oskaria telah memberikan penjelasan, namun polemik utang Mandalika masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Salah satunya adalah terkait potensi kerugian yang akan dialami ITDC jika utang Rp4,6 triliun tersebut tidak dapat dilunasi.

Selain itu, muncul pertanyaan pula terkait efektivitas Mandalika sebagai destinasi pariwisata. Apakah Mandalika mampu menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan dan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut masih perlu waktu untuk diketahui. Namun, satu hal yang pasti adalah Mandalika merupakan proyek besar yang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk dapat terwujud secara optimal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *